Rabu, 17 Juli 2013

Istilah istilah yang ada di FOREX

Forex
adalah sebuah investasi yang memperdagangkan mata uang satu dengan mata uang lainnya. Merupakan singkatan dari Foreign Exhange atau pertukaran mata uang asing. Jika pada transaksi di money changer atau bank untuk jual beli antara US Dollar dengan Rupiah, maka disebut transaksi Forex 'Spot' (jual beli terjadi ditempat - serah terima terjadi di tempat). Transaksi Forex yang non-Spot adalah transaksi jual beli kontrak mata uang, jadi tidak langsung serah terima barang, hanya kontraknya saja.
Lot, Kontrak Mini dan Kontrak Standard / Regular 
Jika kita membeli minyak, ukurannya adalah liter, jika gula pasir maka ukurannya adalah kilogram. Untuk forex ukurannya disebut Lot. Berapa  sih besar 1 Lot itu? Jika di dunia Saham 1 Lot = 500 lembar saham, pada Forex 1 Lot = 10.000 mata uang bersangkutan, misal 1 Lot USD/JPY = 10.000USD dan 1 Lot GBP/USD = 10.000 GBP. Ukuran 1 Lot = 10.000 disebut Kontrak Mini, mengapa disebut Mini? Karena sebelumnya dalam dunia forex itu 1 Lot = 100.000 mata uang bersangkutan (disebut juga Kontrak Standard/Regular), kemudian karena tingginya minat dalam forex trading maka dibuat kontrak mini dimana 1 Lot = 10.000 mata uang bersangkutan
Margin
adalah jaminan dalam trading forex, anggaplah seperti Uang Muka pembelian sebuah rumah. Ketika Anda menyerahkan uang muka pembelian rumah sebesar 30 juta rupiah untuk rumah seharga 100 juta rupiah maka kita mendapatkan Kontrak perjanjian jual beli, secara hukum Anda pemilik sah rumah tersebut meskipun hanya memegang kontraknya. Kontrak ini dapat Anda jual pada harga penuh pada orang lain, misalnya menjadi 120 juta. Anda akan mendapatkan keuntungan bersih 20 juta (120 - 100jt). Hal yang sama berlaku dalam forex, yang diperdagangkan adalah kontrak mata uang, misal USD/JPY maka nilai 1 lot kontraknya adalah USD 10.000, untuk mendapatkannya kita cukup mengeluarkan margin (uang muka) sebesar USD 100.  Mengapa USD 100? Ini terkait dengan Leverage yang dibahas di bawah.
Margin disetorkan saat membuka posisi dan kemudian akan dikembalikan saat menutup posisi, sama seperti transaksi jual beli rumah tadi. Anda menyetor uang 30 juta saat membeli kemudian dijual kembali seharga 120 juta, saat Anda menerima uang 120 juta, maka 100juta kita serahkan pada penjual pertama dan penjual mengembalikan uang muka (modal awal) sebesar 30jt dan kita memiliki uang 30 juta dari modal awal dan kelebihan 20 juta.
Leverage
Adalah daya ungkit dalam trading Forex yaitu rasio untuk menentukan berapa margin (uang muka) yang diperlukan dalam melakukan transaksi, dimana rasio tersebut akan dikalikan dengan kontrak size. Contoh: Leverage 1:200 pada kontrak mini account 10.000 maka margin yang digunakan adalah (1/200) x 10.000 = 50 satuan mata uang yang diperdagangkan.
Misal membuka posisi USD/JPY sebesar 1 lot untuk kontrak mini, maka yang dibeli adalah 10.000 USD, margin yang diperlukan adalah sebesar 1/200 x USD 10.000 =  USD 50. Jika bertrading dengan GBP/USD maka margin yang digunakan adalah sebesar 50 Poundsterling. Untuk Standard account, kontrak yang digunakan adalah 100.000 dengan Leverage 1:100, jadi 1 lot USD/JPY = USD 1000 dan margin yang diperlukan 1/200 x USD 100.000 = USD 500
Buy
adalah posisi dalam Forex Trading untuk Beli dan dilakukan jika harga diperkirakan akan naik. Singkatnya beli saat murah dan jual saat mahal, keuntungan Anda adalah selisih antara harga saat beli dengan saat jual kembali
Sell
adalah posisi dalam Forex Trading untuk Jual dan dilakukan jika harga diperkirakan akan turun sehingga ketika harga turun Anda dapat menutup posisi Sell anda dengan Buy yang lebih rendah. Singkatnya seperti konsinyasi, kita jual terlebih dahulu dengan harga mahal (pinjam) dan kemudian kita beli kembali ketika harga murah, selisihnya menjadi keuntungan kita. Baca lebih jauh di Two Way Opportunity
Order dan Posisi 
Order adalah pesanan untuk membeli atau menjual pada harga tertentu namun jika Order yang disampaikan ternyata 'match' atau 'ada lawannya', contoh jika Anda order beli pada harga 9500 dan kebetulan ada yang mau jual pada harga yang sama, maka Order menjadi Posisi.  Jadi selama pesanan belum 'match' maka namanya tetap order namun sesudah 'match' maka sekarang menjadi Posisi. Untuk menjual kembali posisi yang sudah Anda miliki (tutup posisi) maka dapat dilakukan dengan melakukan Order kembali tapi dengan arah berlawaran (jika posisi Buy maka ditutup dengan Sell dan sebaliknya)
Floating Loss/Profit dan Realized 
Saat Anda mempunyai posisi beli di 9500 dan kemudian harga bergerak turun menjadi 9000, maka jika dihitung perkiraan kerugian Anda adalah 9000-9500 = -500. Namun nilai tersebut masih bisa berubah besok, entah bertambah turun menjadi 8700 atau kembali naik menjadi 9700. Nah, nilai -500 pada saat ini disebut Floating Loss (Rugi), jika nilainya positif, misalnya harga sekarang menjadi 10.000 maka selisihnya 10.000 - 9.500 = +500 disebut Floating Profit. Jika Anda memutuskan untuk menjual / menutup posisi Anda pada saat harga sedang 10.000, maka nilai +500 menjadi Realized Profit (bukan lagi Floating/mengambang tapi sudah menjadi Real/Nyata)
Pip
adalah nilai 1 poin naik atau turunnya pergerakan harga. Untuk mini account, nilai 1 poinnya adalah $1, untuk standart account adalah $10.
Analisa Teknikal
adalah sebuah analisa dalam Forex trading untuk mengukur pergerakan harga melalui grafik harga. Hal-hal yang patut diketahui dari analisa teknikal ini adalah trend, kejenuhan, support, ressisten, dan Pivot Point.
Analisa Fundamental
adalah sebuah analisa dalam Forex trading untuk memprediksi pergerakan harga berdasar berita-berita Fundamental. Berita Fundamental disini berupa berita ekonomi, poltik, dan keamanan yang mempengaruhi pergerakan harga.
Resistance
adalah batas harga atas yang merupakan harga psikologis, contohnya saat ini (tahun 2010) nilai tukar dollar adalah 9000 dan memiliki batas harga atas (resistance) 10.000 Rupiah, yang bisa diartikan kalau sampai harga tukar dollar menembus harga 10.000 rupiah maka ada kemungkinan akan naik terus menjauhi 10.000 tapi selama belum menyentuh 10.000 kemungkinan harga hanya akan bergerak naik turun di bawah 10.000.
Support
adalah batas harga bawah yang merupakan pasangan dari resistance (atas), contohnya saat ini (tahun 2010) nilai tukar dollar memiliki batas harga bawah (support) 8.500 Rupiah, yang bisa diartikan kalau sampai harga tukar dollar turun menembus harga 8.500 rupiah maka ada kemungkinan akan turun terus menjauhi 8500 tapi selama belum menyentuh 8500 kemungkinan harga hanya akan bergerak naik turun di atas 8500 (support) dan di bawah 10.000.(resistance)
Zig Zag
adalah sebuah perangkat analisa teknikal untuk mengetahui trend sekaligus support-ressisten harga.

Pengenalan FOREX

Sebenarnya keberadaan forex trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Namun, secara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Market-didirikan tahun 1972) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago Mercantile Exchange-khusus menangani produk perishable commodities). Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dsb.

Perputaran uang yang terjadi pada pasar forex mencapai US$ 5 triliun per harinya (survey BIS –Bank for International Settlement– pada bulan Setember 2008). Jumlah ini 40 x lebih besar apabila dibandingkan perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun! Artinya dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair (liquid), dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing.

Mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut pair), contohnya EUR/GBP, CHF/JPY dsb.

Lalu dari mana saya memperoleh keuntungan dari investasi ini? Secara sederhananya, keuntungan dari investasi ini diperoleh dari nilai selisih ketika kita membeli dan menjual kembali mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, pada bulan April Amir membeli mata uang Dollar dengan nilai tukar Rp. 8500,- per Dollar sebanyak US $1000 . Maka pada saat pembelian mata uang ini Amir mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8500,- x 1000 = Rp 8.500.000,- Lalu pada bulan Mei, nilai tukar Dollar menguat terhadap Rupiah menjadi Rp. 9500,- per Dollarnya maka keuntungan bersih yang Amir peroleh ketika dia menjual kembali Dollarnya adalah sebesar: (9500-8500) x 1000 = Rp. 1.000.000,- Mudah dan sederhana bukan? Dan karena memang rata-rata waktu yang diperlukan untuk membeli dan menjual kembali mata uang yang bersangkutan biasanya tidak lebih dari satu bulan, maka forex trading digolongkan sebagai investasi dengan jangka waktu singkat.

Mungkin akan timbul pertanyaan demikian dari Anda: “Kalau begitu apa bedanya forex trading dengan jual beli di money changer?” Ada beberapa perbedaan mencolok antara perdagangan forex dengan money changer. Selain pasangan yang diperdagangkan adalah mata uang asing satu dengan mata uang asing lainnya (pada money changer biasanya dipadankan dengan Rupiah), forex trading tidak melibatkan perdagangan secara fisik. Dan yang lebih penting lagi karena tidak melibatkan perdagangan secara fisik, forex trading dapat dijalankan dengan sistem margin atau jaminan (margin trading).

Contohnya bila saya menginginkan membeli US$10.000, maka dengan sistem margin trading saya cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$100 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang saya peroleh dari apresiasi (kenaikan) Dollar AS adalah sama nilainya dengan US$10.000 yang saya beli. Sangat sederhana dan karena memang tidak melibatkan perdagangan dalam bentuk fisik (investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja), maka jaminan yang diberikan dapat sangat kecil yaitu hanya 1% dari jumlah yang hendak dibeli.

Kamis, 04 Juli 2013

MENGAPA ORANG HARUS INVESTASI DI FOREX?

Dalam dunia investasi banyak pilihan untuk melakukan investasi, dari properti, perbankan, asuransi dll. Salah satu investasi yang cukup menjanjikan adalah investasi di dunia forex trading. Mengapa orang tertarik dengan investasi di forex trading?, alasannya adalah :

  1. Sebagian dari investor sudah mulai mengelola uang mereka sendiri dan punya keinginan yang kuat untuk bertanggung jawab secara pribadi atas hasilnya. Ini bertujuan untuk mengalahkan keuntungan yang bisa diraih dari dana yang diinvestasikan oleh seorang pengelola uang. Dengan demikian, mereka punya kendali penuh dan juga sekaligus dituntut untuk mempelajari pasar yang dipilih untuk berinvestasi didalamnya.
  2. Biaya awal relatif lebih kecil dibandingkan dengan bisnis riil karena Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa kantor atau mendirikan pabrik. Selain itu, Anda juga tidak memerlukan pegawai yang bekerja untuk Anda sebab semua pekerjaan yang berhubungan dengan investasi Anda di pasar FOREX dapat diselesaikan atau anda tradingkan sendiri. Bahkan komisi yang dikenakan di pasar FOREX secara spesifik jauh lebih kecil dibandingkan Anda membeli saham lokal secara individual di Bursa Efek Indonesia.
  3. Pasar FOREX adalah pasar yang paling likuid dan paling besar di dunia. Mungkin sulit untuk membayangkannya, tetapi setiap hari uang sejumlah US$ 2 trilyun berputar di pasar FOREX. Jumlah ini sama besarnya dengan nilai BNP (Bruto Nasional Produk) Amerika Serikat selama 1 tahun. Sungguh luar biasa kan??? Oleh karena itu, tidak satu pihak pun dapat mengendalikan harganya di pasar untuk waktu yang panjang. Jadi Anda tidak perlu takut akan berhadapan dengan ”bandar” yang lagi ”menggoreng” saham sebab pasar FOREX terlalu besar untuk dipermainkan oleh pihak yang punya maksud jelek. Sebagai investor, Anda pun dapat membuka dan melikuidasi suatu posisi setiap saat dengan cepat dan dengan harga yang kompetitif karena pasar ini sangat transparan.
  4. Anda bisa mendapatkan keuntungan pada saat pasar naik, dan juga pada saat pasar sedang turun. Kelebihan ini tidak dapat dinikmati oleh orang yang berinvestasi di bursa saham sebab mereka hanya diperbolehkan untuk membeli saham secara individual dan menjualnya kembali di kemudian hari. Jika Anda misalnya memutuskan untuk berinvestasi dalam properti, Anda pun tidak bisa pinjam rumah orang lain dan menjualnya terlebih dahulu untuk membelinya kembali pada harga yang lebih murah.
  5. Pasar FOREX buka selama 24 jam sehari, jadi Anda tidak perlu menunggu pembukaannya. Di samping itu, Anda dapat menentukan jam kerja Anda sendiri sesuai dengan pilihan Anda. Artinya apabila Anda kerja dari pagi sampai sore, Anda masih dapat bertransaksi pada malam hari.
  6. Pasar FOREX menawarkan leverage atau daya ungkit sebesar 1:100. Tetapi jika Anda berinvestasi dalam saham lokal pada Bursa Efek Indonesia, Anda hanya dapat menikmati leverage 1:1 atau mungkin 1 banding 2 sampai 3. Itu juga kalau Anda diberikan pinjaman dari perusahaan sekuritas dimana Anda mengelola portfolio Anda.
  7. Anda bisa meraih banyak uang dengan bekerja hanya beberapa jam per hari atau minggu di depan komputer Anda. Misalnya, 100 poin di pasar FOREX sama dengan US$ 1000. Jumlah itu bisa diraih paling cepat dalam beberapa jam, bahkan dalam hitungan menit apabila ada rilis berita ekonomi yang sangat penting atau kejadian di luar dugaan semua pelaku pasar.
  8. Anda bisa bertransaksi dari mana dan kapan saja asalkan tersedia jaringan ke internet.
  9. Anda bisa menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan bertransaksi Anda tanpa mempertaruhkan dana Anda sendiri dengan menggunakan account virtual/demo yang disediakan oleh setiap perusahaan pialang.
  10. Jika Anda berinvestasi dalam saham lokal di Bursa Efek Indonesia, tersedia pilihan lebih dari 300 saham. Di pasar FOREX, Anda bisa memilih satu atau dua pasang mata uang dan memfokuskan analisa Anda terhadapnya. Dengan demikian, pekerjaan Anda menjadi lebih ringan karena Anda hanya perlu memperhatikan arah pergerakan satu atau dua pasang mata uang tersebut secara keseluruhan.